Wakafcare.id

Pembangunan Pesantren Tahfizh Al- Ikhlas Sukoharjo

Rp 0terkumpul dari target Rp 2.500.000.000( 1 tahun, 7 bulan, 17 lagi )

Share

Detail

Dukung Santri Yatim dan Dhuafa Tahfizh Qur’an Belajar di Pesantren


Di dusun Pepen desa Mertan kec. Bendosari, Sukoharjo Jawa Tengah, barawal dari sebuah rumah Ibu Siti Yamtinah yang kemudian di jadikan Rumah Tahfizh Qur’an untuk anak-anak belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an.

Singkat kisah, Allah mempertemukan Ibu Yamtinah dengan Ustadz Bobby Herwibowo (Pendiri Askar Kauny) secara langsung. Pertemuan pertama ketika diundang di Majelis Azzahra asuhan Bunda Rosma di Pondok Bambu, Jakarta Timur.Pertemuan kedua, bertempat di Sentul. Tepatnya di rumah adiknya Ibu Yamtinah yaitu orangtua Bunda Altika, dalam acara aqiqah dan Kopdar Komunitas HOTS. Saat itu saya telah bergabung dengan grup yang menghafal 30.

Perjuangan menghafal Alquranpun beliau mulai, dengan menebar ilmu berbagi manfaat untuk lingkungan sekitar. Jiwa petualang masih tetap membara, meski ia tergolong senja dan kini telah diatas 70 tahun.

“Tapi bukan halangan untuk terus berbagi manfaat. Membuka rumah belajar MASTER (Menghafal Alquran Semudah) dan langsung mengajar para santri menjadikanku semakin bersemangat.” Ujar Ibu Yamtinah

Dakwah online dan offline ia lalui dengan hati riang. Rutinitas harian, di awali menyapa sahabat-sahabat dakwah online melalui media sosial whatsapp, mengikuti berbagai Majelis Taklim, komunitas senam, arisan dan sebagainya untuk memperluas persahabatan dan mempererat silaturahmi.

Rumah Belajar MASTER Sukoharjo ia didirikan pertama kali pada 13 Februari 2018. Bertempat di rumah munggil tepi jalan Sukoharjo-Karanganyar di selatan Kota Solo, kota kelahiran Ibu Yamtinah.

Berawal dari tergeraknya hati untuk membuat wadah belajar Alquran, mengembangkan senyum dalam melakukan pembelajaran, penghayatan Alquran dan mengamalkannya.

Ia hijrah ke Sukoharjo untuk ikut menyumbangkan sisa umur, demi mengabdi pada umat. Menyapu semua kejenuhan dalam kesendirian menjadi sebuah kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Ikut serta dalam membumikan Alquran.

Menoreh sejengkal kisah yang mungkin bisa menjadikan keteladanan bagi kaum muda untuk terus bergerak bagi, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Menebar manfaat dengan senyum. Menggunakan Metode Kauny dan menggabungkan metode-metode pembelajaran Alquran lainnya untuk memperkaya dan mempermudah menghafal, memahami dan mengamalkannya hanya karena perintah Allah semata. Wallahu Alam Bissawab.

Semangat itu tidak hanya ada pada diri Ibu Yamtinah sendiri yang ingin ikut serta dalam membumika Alquran ditanah Sukoharjo, hal ini dapat dilihat dari antusias masyarakat yang ingin membangun Pesantren Alquran di dusun Pepen desa Mertan kec. Bendosari, Sukoharjo Jawa Tengah. Salah satunya semangat itu dibuktikan dari andil masyarakat dalam patungan membebaskan tanah yang di wakafkan untuk pembangunan pesantren. Masyarakat bergotong royog membebaskan tanah tersebut dengan dimulai 1m2 sampai dengan 5m2 masing-masing keluarga. Alhamdulillah atas izin Allah luas tanah 1500m2 tersebut sudah menjadi milik Allah dan dimanfaatkan untuk pendidikan Alquran di Sukoharjo.

Mari menjadi bagian semangat dari dakwah Alquran Ibu Yamtinah dan masyarakat dengan bergotong royong membantu pembangunan pesantren tahfiz Qur’an yatim dhuafa di Sukoharjo.

ASET CERITA IBU YAMTINAH 

Kejenuhan dan Keteladanan

Dalam sebuah kenangan panjang perjalanan hidup saya melewati banyak cerita suka dan duka. Dalam 34 tahun mengabdi pada negara dan juga rasa kehilangan anak saya yang masih remaja 11 tahun yang lalu.

Rasanya waktu cepat berlalu, kini saya yang lebih akrab dipanggil Yangti atau Eyang Putri. Belakangan saya ubah menjadi Eyang Siti, mulai dihinggapi kerinduan. Kerinduan dipanggil mama di kala muda. Tapi sekarang dunia saya telah melaju.

Dunia bersama para cucu tercinta. Memori untuk mengingat nama seseorangpun sudah mulai menyusut, tapi masih ada obsesi dalam diriku untuk tetap mandiri dan selalu bermanfaat bagi orang lain.

Singkat kisah, Allah mempertemukan saya dengan Ustadz Bobby Herwibowo secara langsung. Pertemuan pertama ketika diundang diundang di Majelis Azzahra asuhan Bunda
Rosma di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Pertemuan kedua, tidak dari pertemuan sebelumnya, bertempat di Sentul. Tepatnya di rumah adikku yaitu orangtua Bunda Altika, dalam acara aqiqah dan Kopdar Komunitas HOTS. Saat itu saya telah bergabung dengan grup yang menghafal 30.

Perjuangan yang menghafal itu pun saya, dengan menebar ilmu berbagi manfaat untuk lingkungan sekitar. Jiwa petualang masih tetap membara di hati ini. Meski usia tergolong, senja dan kini telah diatas 70 tahun.

Tapi bukan halangan untuk terus berbagi manfaat. Membuka rumah belajar MASTER (Menghafal Alquran Semudah) dan langsung mengajar para santri menjadikanku semakin bersemangat.

Dakwah online dan offline saya lalui dengan hati riang. Rutinitas harian, di awali menyapa sahabat-sahabat dakwah online melalui media sosial whatsapp, mengikuti berbagai Majelis Taklim, komunitas senam, arisan dan sebagainya untuk memperluas persahabatan dan mempererat silaturahmi.

Rumah Belajar MASTER kutorehkan tepat pada 13 Februari 2018. Bertempat di rumah munggil tepi jalan Sukoharjo-Karanganyar di selatan Kota Solo, kota kelahiranku.

Berawal dari tergeraknya hati untuk membuat wadah belajar Alquran, mengembangkan senyum dalam melakukan pembelajaran, penghayatan Alquran dan mengamalkannya.

Saya hijrah ke Sukoharjo untuk ikut menyumbangkan sisa umur, demi mengabdi pada umat. Menyapu semua kejenuhan dalam kesendirian menjadi sebuah kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Ikut serta dalam membumikan Alquran.

Menoreh sejengkal kisah yang mungkin bisa menjadikan keteladanan bagi kaum muda untuk terus bergerak bagi, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Menebar manfaat dengan senyum. Menggunakan Metode Kauny dan menggabungkan metode-metode pembelajaran Alquran lainnya untuk memperkaya dan mempermudah menghafal, memahami dan mengamalkannya hanya karena perintah Allah semata. Wallahu Alam Bissawab.

Siti Yamtinah
HOTSer Sukoharjo
(Sukoharjo Jawa Tengah, 12 Rajab 1441 H)

Donatur

Donasi (0 Donatur)

Penggalangan dimulai 31 Maret 2021 oleh: